Pengumuman > Tips Kesehatan > INTERAKSI OBAT DAN MAKANAN

 
 

INTERAKSI OBAT DAN MAKANAN

 

SEJALAN kemajuan teknologi dan ilmu pengetahuan di bidang obat, perkembangan obat menjadi sangat pesat dan memberikan kontribusi signifikan dalam perbaikan pelayanan kesehatan di banyak negara, termasuk Indonesia. Obat-obat baru yang ditemukan selain untuk memperbaiki kinerja obat yang sudah beredar, juga guna menanggulangi penyakit yang belum ada obatnya.

 

Di lain pihak, obat dapat juga menimbulkan efek yang tidak diinginkan apabila penggunaannya tidak tepat. Efek yang tidak diinginkan dari obat antara lain dapat disebabkan karena adanya interaksi obat. Interaksi obat (reaksi saling mempengaruhi antara beberapa macam obat yang dikonsumsi secara bersamaan) merupakan salah satu kesalahan pengobatan yang paling banyak dilakukan saat ini. Selain interaksi obat dengan obat, hal lain yang patut diperhatikan adalah kemungkinan terjadinya interaksi obat yang diminum pasien dengan makanan atau minuman.

 

 

Berbagai macam pertanyaan dapat timbul dari seorang pasien yang sedang mengkonsumsi obat, baik itu merupakan obat yang diberikan dokter maupun obat yang dapat dibeli bebas di apotek.

 

 

Sejumlah pertanyaan yang biasa muncul adalah; Bolehkah saya minum obat bersama dengan makanan ? Mana yang harus lebih dahulu saya minum, obat atau makanan ? Bolehkah saya tetap minum susu jika saya mendapat obat-obat tertentu ? Pantangan makanan apa selama minum obat tertentu ? Dan masih banyak pertanyaan lainnya.

 

 

Satu prinsip yang harus menjadi perhatian utama. Saat mendapat obat dari dokter, pastikan untuk mengikuti petunjuk yang diberikan agar dapat memperoleh manfaat yang maksimal dengan resiko yang terendah dari obat yang anda minum.

 

 

Sebab, perubahan yang disebabkan interaksi obat dengan makanan/minuman dapat sangat bermakna, namun demikian masih banyak faktor individu yang memberikan pengaruh misalnya dosis obat, usia, berat badan, jenis kelamin dan status kesehatan pasien tersebut secara keseluruhan.

 

 

Perhatian harus diberikan terutama jika obat dikonsumsi dengan makanan/minuman yang mengandung kafein dan alkohol.

 

Interaksi Farmakokinetik

 

Mekanisme yang terjadi melalui penghambatan penyerapan obat atau dengan mempengaruhi aktivitas enzim di saluran pencernaan atau enzim di hati. Efek terhadap enzim ini secara umum akan mempengaruhi  metabolisme obat sedangkan secara khusus akan mempengaruhi kecepatan metabolisme obat tersebut di dalam hati yang dapat menyebabkan peningkatan kadar obat dalam darah.

 

 

Pada prinsipnya interaksi obat jenis ini dapat menyebabkan dua hal penting :

 

 

Interaksi makanan/minuman dapat mengurangi atau bahkan menghilangkan khasiat atau manfaat obat, baik melalui penghambatan penyerapannya atau dengan mempengaruhi metabolisme atau distribusi obat tersebut di dalam tubuh.

 

 

Interaksi obat dapat menyebabkan gangguan atau masalah kesehatan yang serius, karena meningkatnya efek samping dari obat-obat tertentu akibat dari terjadinya peningkatan kadar obat dalam darah.

 

Interaksi Farmakodinamik

 

Pada interaksi ini efek suatu obat akan dipengaruhi makanan/minuman. Interaksi jenis ini tidak mudah dikelompokkan, tetapi lebih mudah diperkirakan efek farmakologi obat yang dipengaruhi. Dalam hal ini makanan/minuman dapat memberikan efek sinergisme ataupun antagonis (berlawanan).

 

Akibat dari interaksi jenis ini adalah terjadinya peningkatan efek samping karena terjadinya peningkatan efek obat atau manfaat obat dapat berkurang bahkan menghilang jika makanan/minuman yang dikonsumsi memberikan efek antagonis terhadap obat.

 Penting dan Harus diperhatikan

 

Informasi yang akan disampaikan di bawah ini tidak dapat menggantikan saran yang telah diberikan dokter atauapun apoteker Anda. Jika ragu, konsultasikan dan pastikan dokter dan apoteker Anda tahu mengenai semua obat yang sedang Anda minum, baik obat yang diberikan dokter maupun obat yang dibeli bebas. Sampaikan jika memiliki masalah atau riwayat efek samping dengan obat-obat tertentu.

 

 

Di bawah ini akan diuraikan beberapa contoh interaksi obat yang dapat dibeli bebas ataupun diresepkan oleh dokter dengan makanan/minuman. Contoh akan diberikan berdasarkan indikasi penggunaan obat.  

 

 

Obat Anti Alergi

 

Antihistamin merupakan obat anti alergi yang digunakan untuk mengatasi atau mencegah gejala flu, demam dan alergi. Mekanisme kerjanya dengan cara menghambat atau membatasi histamine yang dilepas oleh tubuh jika seseorang terpapar dengan senyawa yang dapat menyebabkan alergi. Anti histamin ada yang dapat dibeli bebas antara lain,, Bromfeniramin, khlorfeniramin, difenhidramin. Antihistamin harus dengan resep dokter. Feksofenadin, loratadin, cetirizin, interaksi dengan Makanan : dianjurkan minum obat antihistamin dalam keadaan perut kosong untuk meningkatkan efek obat.

 

 

Buah grapefruit (termasuk dalam kelompok citrus/jeruk) : hindari minum Terfenadin bersama jus grapefruit karena dapat meningkatkan terjadinya peningkatan efek samping kardiotoksisitas akibat terjadinya peningkatan kadar obat dalam tubuh terutama pada penderita dengan resiko tinggi.

 

 

Alkohol : konsumsi bersama alkohol akan meningkatkan efek samping mengantuk dan mengurangi kewaspadaan.

 

 

Kafein (kopi, teh) dapat mengurangi efek mengantuk.

 

 

 Obat Anti Nyeri dan Artritis

 

 

Obat analgesik antipiretik. Obat golongan ini digunakan untuk mengatasi  nyeri ringan sampai sedang dan sebagai obat penurun panas. Contoh obat golongan ini adalah parasetamol. Interaksi dengan  Makanan : jika diinginkan efek obat yang cepat, minum obat ini dalam keadaan perut kosong karena makanan akan memperlambat penyerapan obat.

 

 

Alkohol : hindari konsumsi alkohol karena penggunaan obat ini pada peminum alkohol kronik dapat meningkatkan resiko terjadinya kerusakan hati atau perdarahan saluran cerna. Jika Anda peminum alkohol, konsultasikan ke dokter atau apoteker sebelum menggunakan obat golongan ini.

 

 

 

Obat Anti Inflamasi Non Steroid (OAINS)

 

 

Oains digunakan untuk meringankan nyeri, demam dan inflamasi (peradangan). Contoh oains : Asetosal, ibuprofen, ketoprofen. Interaksi dengan Makanan : paling baik jika obat golongan ini diminum bersama makanan karena obat ini dapat menyebabkan iritasi saluran cerna. Saat ini sudah tersedia asetosal dalam bentuk buffer atau lapis enterik untuk mengurangi efek samping perdarahan pada saluran cerna.

 

 

Alkohol : hindari konsumsi alkohol karena penggunaan obat ini pada peminum alkohol kronik dapat meningkatkan resiko terjadinya kerusakan hati atau perdarahan saluran cerna. Jika Anda peminum alkohol, konsultasikan ke dokter atau apoteker sebelum menggunakan obat golongan ini.

 

 

Kortikosteroid

 

Obat golongan ini diindikasikan untuk mengatasi peradangan pada tubuh. Kortikosteroid mengurangi bengkak dan gatal, mengatasi alergi dan rematik. Contoh kortikosteroid: metilprednisolon, prednison, prednisolon, kortisone asetat. Interaksi dengan :

 

Makanan : minum obat ini bersama makanan atau susu untuk mengurangi gangguan saluran cerna yang ditimbulkan oleh obat golongan ini.

 

 

Buah grapefruit : hindari minum Metil prednisolon bersama jus grapefruit karena diduga dapat meningkatkan terjadinya peningkatan efek samping akibat terjadinya peningkatan kadar obat dalam tubuh. Jika perlu dilakukan penyesuaian dosis.

 

 

 

Analgetik Narkotik

 

Obat golongan ini hanya dapat diperoleh dengan resep dokter dan diindikasikan untuk mengatasi nyeri sedang sampai berat dan untuk menekan batuk. Penggunaan obat golongan ini harus benar-benar sesuai petunjuk dokter karena dapat mempengaruhi perilaku dan dapat menimbulkan efek samping yang fatal jika digunakan dengan tidak tepat. Contoh obat golongan ini adalah: kodein, oksikodon, meperidin, hidrokodon. Interaksi dengan:

 

Alkohol : hindari konsumsi alkohol karena akan meningkatkan efek sedasi obat. Harus digunakan secara hati-hati pada saat mengemudi dan menjalankan mesin.

 

 

 

Obat Asma

 

 

Bronkodilator digunakan untuk mengatasi gejala asma bronkial, bronkitis kronik dan emfisema (sesak napas). Contoh obat golongan ini adalah, Teofilin, Albuterol, Epinefrine. Interaksi dengan Makanan : efek makanan terhadap teofilin dapat bervariasi. Makanan dengan kandungan lemak tinggi dapat meningkatkan jumlah teofilin dalam darah, sedangkan makanan dengan kandungan karbohidrat tinggi akan menurunkan kadar teofilin dalam tubuh.

 

 

Kafein : Hindari makan atau minum makanan atau minuman yang mengandung kafein ( kopi, teh) bersama bronkodilator oral karena keduanya sama-sama bersifat pemacu susunan saraf pusat.

 

 

Alkohol : hindari minum alkohol jika sedang minum teofilin karena dapat meningkatkan kemungkinan terjadinya efek samping mual, muntah, sakit kepala dan irritability.

 

 

 

Obat Jantung

 

Obat golongan ini digunakan untuk mengatasi berbagai masalah kardiovaskular seperti tekanan darah tinggi, angina, detak jantung tidak teratur dan kolesterol tinggi. Jika anda memperoleh obat golongan ini pastikan anda memperoleh informasi yang sesuai dan tepat dari dokter atau apoteker anda tentang obat ini. Jangan ragu tanyakan kepada dokter atau apoteker anda.

 

 

Obat Diuretik

 

Obat golongan ini bekerja dengan cara mengeluarkan air dan elektrolit (natrium, kalium dan klorida) dari dalam tubuh. Beberapa contoh obat golongan ini adalah, Furosemid, Triamteren, Hidroklorothiazid. Interkasi dengan Makanan: diuretik dapat menyebabkan kehilangan kalium, kalsium dan magnesium. Tetapi sebaliknya, triamteren akan menghambat pengeluaran kalium dari tubuh hingga dapat mengakibatkan terjadinya hiperkalemia yang ditandai dengan denyut jantung cepat dan tidak beraturan (palpistasi jantung). Oleh karena itu saat mendapat Triamteren, hindari makanan yang mengandung banyak kalium seperti pisang, jeruk, sayuran berwarna hijau atau garam pengganti yang mengandung kalium.

 

 

Obat Beta Bloker

 

Obat golongan ini bekerja dengan cara menurunkan nerve impulse ke jantung dan pembuluh darah sehingga menurunkan detak jantung dan beban jantung. Contoh obat golongan ini adalah, atenolol, metoprolol, propranolol, nadolol. Interaksi dengan Alkohol : hindari minum alkohol jika sedang minum propranolol karena kombinasi keduanya akan menyebabkan penurunan tekanan darah yang sangat tajam.

 

Obat Golongan Nitrat

 

Obat golongan ini bekerja dengan cara melebarkan pembuluh darah dan menurunkan kebutuhan oksigen jantung. Contoh obat golongan ini adalah isosorbide dinitrate, nitroglycerin. Interaksi dengan Alkohol : hindari minum alkohol karena alkohol memperkuat efek melebarkan pembuluh darah golongan nitrat dan akan terjadi penurunan tekanan darah yang membahayakan.

 

Obat penghambat enzim pengubah angiotensin (Penghambat ACE)

 

Obat golongan ini akan melebarkan pembuluh darah dengan cara mencegah pembentukan angiotensin II yang bersifat vasokonstriktor. Contoh obat obat golongan ini adalah Kaptopril, enalapril, lisinopril, kuinapril. Interaksi dengan Makanan: dapat menurunkan penyerapan kaptopril sehingga obat ini diminum 1 jam sebelum atau 2 jam sesudah makan. Obat golongan ini juga dapat menyebabkan peningkatan kadar kalium dalam tubuh yang dapat membahayakan kesehatan. Informasikan kepada dokter jika anda sedang meminum suplemen diuretik atau diuretik lain yang dapat meningkatkan kadar kalium dalam tubuh. Oleh karena itu hindari makanan yang mengandung banyak kalium seperti pisang, jeruk dan sayuran berwarna hijau.,

 

Obat penghambat enzim HMG CoA reduktase

 

Obat golongan ini dikenal juga dengan nama golongan statin dan digunakan untuk menurunkan kolesterol dengan cara menurunkan kecepatan produksi LDL (kolesterol jahat). Beberapa obat dari golongan ini dapat menurunkan trigliserida. Contoh obat golongan ini adalah : Fluvastatin, Lovastatin, Pravastatin, Simvastatin. Interaksi dengan Alkohol: hindari minum alkohol karena dapat meningkatkan resiko kerusakan hati.

 

Buah grapefruit : hindari minum laovastatin dan simvastatin bersama jus grapefruit karena dapat meningkatkan terjadinya peningkatan efek samping akibat terjadinya peningkatan kadar obat-obat dalam tubuh.

 

Makanan : Lovastatin harus diberikan bersamaan dengan makan malam untuk meningkatkan penyerapan.

 

Obat yang mempengaruhi sistem  koagulasi darah

 

Obat golongan ini bekerja dengan cara mencegah pembentukan gumpalan / bekuan darah. Contoh obat golongan ini adalah Warfarin. Interaksi dengan Makanan : hindari makan makanan yang banyak mengandung vitamin K (seperti bayam, brokoli) karena vitamin K akan menghasilkan senyawa yang dapat menyebabkan terjadinya gumpalan/bekuan darah sehingga efek antikoagulan akan berkurang.

 

Obat anti infeksi

 

Obat golongan ini digunakan untuk mengatasi infeksi yang disebabkan bakteri atau jamur.

 

Golongan penisilin. Contoh obat golongan ini adalah amoksilin, ampisilin, kloksasilin. Interaksi dengan  Makanan : penyerapan ampisilin dan kloksasilin akan dipengaruhi oleh makanan. Oleh karena itu dianjurkan untuk diminum saat perut kosong. Sedangkan penyerapan amoksilin tidak dipengaruhi oleh makanan.

 

 

Golongan kinolon. Contoh obat golongan ini adalah siproflokasin, levofloksasin, ofloksasin, trovafloksasin. Interaksi dengan  Makanan: minum obat dalam keadaan perut kosong 1 jam sebelum atau 2 jam sesudah makan karena penyerapan terbaik pada perut kosong. Jika perutnya mengalami gangguan, boleh diminum bersama makanan. Hindari makanan yang mengandung kalsium seperti susu, yogurt, vitamin atau mineral yang mengandung zat besi dan antasida karena akan menurunkan kadar obat dalam tubuh secara bermakna. Kafein: jika diminum bersama kafein, kadar kafein akan meningkat yang dapat menyebabkan terjadinya rasa gelisah dan excitability ( rasa gembira yang berlebihan)

 

 

Golongan cefalosporin. Contoh obat golongan ini adalah sefaklor, sefadroksil, sefiksime, sefrozil, sefaleksin, sefnidir. Interaksi dengan makanan : minum obat dalam keadaan perut kosong 1 jam sebelum atau 2 jam sesudah makan karena penyerapan obat dapat dipengaruhi oleh makanan. Contohnya sefnidir. Jika perutnya mengalami gangguan, boleh diminum bersama makanan.

 

 

Golongan makrolida. Beberapa contoh obat golongan ini adalah Azitromisin, klaritromisin, eritromisin. Interaksi dengan  Makanan : minum obat dalam keadaan perut kosong 1 jam sebelum atau 2 jam sesudah makan, karena makanan dapat mengganggu penyerapan Eritromisin. Jika perutnya mengalami gangguan, boleh diminum bersama makanan.

 

Golongan tetrasiklin. Beberapa contoh obat golongan ini adalah tetrasiklin, doksisilin. Interaksi dengan makanan : minum obat dalam keadaan perut kosong 1 jam sebelum 2 jam sesudah makan. Jika perutnya menjadi mengalami gangguan, boleh diminum bersama makanan. Untuk tetrasiklin, hindari makanan yang mengandung kalsium seperti susu, yogurt, vitamin atau mineral yang mengandung zat besi dan antasida karena akan menurunkan kadar obat dalam tubuh secara bermakna.

Golongan sulfonamid. Contoh golongan ini adalah sulfamethoxazole + trimethoprim. Interaksi dengan makanan : minum obat dalam keadaan perut kosong 1 jam sebelum atau 2 jam sesudah makan. Jika perutnya mengalami gangguan, boleh diminum bersama makanan.

Nitromidazol. Contoh obat golongan ini adalah metronidazol. Interaksi dengan makanan : minum bersama makanan untuk mengurangi gangguan saluran cerna. Alkohol: hindari minum alkohol ataua makanan yang mengandung alkohol seperti tape selama minum obat ini. Dan baru boleh minum alkohol minimal 3 hari sesudah berhenti minum obat karena bisa menyebabkan efek samping berupa mual, keram perut, muntah, sakit kepala dan kemerahan dengan rasa panas di muka.

Anti jamur. Beberaoa contoh obat golongan ini adalah flukonazol, griseofulvin, ketokonazol, itrakonazol. Interaksi dengan makanan : hindari makanan atau minuman yang mengandung susu, keju, yugurt, es krim atau antasida. Alkohol : hindari minum alkohol atau makanan yang mengandung alkohol seperti tape selama minum ketokonazol. Dan baru boleh minum alkohol minimum 3 hari sesudah berhenti minum obat karena akan menyebabkan terjadinya efek samping berupa mual, muntah, sakit kepala dan kemerahan dengan rasa panas di muka.

 

Tips Pencegahan Alergi Obat

 

Gejala alergi obat antara lain lesu, lemah, rasa tak enak yang sukar dilukiskan, rasa tak enak di dada dan perut, atau rasa gatal di hidung. Alergi obat memang bisa menyerang pernapasan. Orang yang mengalaminya akan merasakan gatal-gatal di hidung, hidung tersumbat, atau bersin-bersin.

 

 

Lain lagi jika alergi menyerang larings. Si penderita akan merasa seperti tercekik, serak, dan sesak napas. Tak jarang pula, alergi obat muncul di kulit, atau mata.

 

 

Bila alergen menyerang susunan saraf pusat, maka dampak yang akan terjadi adalah gelisah atau kejang. Sementara alergi yang terjadi pada bagian kardiovaskuler, bisa membuat si penderita langsung pingsan, atau mengalami hipotensi (tekanan darah rendah) sampai syok. Alergi yang paling berbahaya dan bisa menyebabkan kematian adalah syok yang disertai hipotensi dan obstruksi saluran napas. Alergi obat yang sangat berat jarang terjadi. Tapi setidaknya terdapat lebih dari 500 kematian setiap tahunnya karena antibiotik golongan beta laktam, khususnya penisilin. Data menunjukkan, penisilin menyebabkan reaksi fatal ada 0,002 persen pemakainya.

 

 

Alergi obat tak dapat diprediksi. Namun, kita bisa melakukan upaya meminimalkan kemungkinan terjadinya alergi obat. Bagaimana caranya ? Simak beberapa tips berikut ini.

 

 

-          Saat berobat ke dokter, terangkan bila pernah mengalami alergi akibat obat tertentu.

 

 

-          Jangan minum obat jika tidak perlu. Jangan pula selalu minta disuntik bila berobat ke dokter. Kalaupu disuntik, jangan buru-buru pulang setelah disuntik. Tunggulah sekitar 30 menit di sekitar tempat praktek dokter. Bila terjadi  gangguan, meskipun hanya gatal-gatal, segera kembali ke dokter.

 

 

-          Bila setelah minum obat terjadi gangguan semacam alergi, segera hentikan pemakaian semua obat. Segera pergi ke dokter untuk mengkonsultasikan hal ini.

 

 

-          Bertanyalah kepada dokter bila diberi obat antibiotik lebih dari dua jenis.

 

-          Ada beberapa jenis obat yang paling sering menimbulkan alergi pada pemakainya. Obat itu antara lain : antibiotik, obat antinyeri, dan penurun panas (paracetamol), asam mefenamat, obat antikejang (fenitoin), dan golongan obat lain termasuk vitamin dan jamu.

 

 
 
 
 
 
 

 
 
 
 

 

AMC